Minggu, 11 Januari 2026

Koordinasi Bank Sampah Sumber Waras Diperkuat, Perdes Sampah Diminta Tegas Ditegakkan

 

Hadir dalam poto kepala desa, ketua bpd, direktur bank sampah dan sekretarisnya

SUMBEREJO— Bank Sampah Sumber Waras Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan, menggelar koordinasi bersama para petugas pengambil dan pemilah sampah, minggu malam [11/1]. Kegiatan ini menjadi ruang rembuk penting untuk menyatukan langkah pengelolaan sampah desa, seiring bergantinya kepengurusan bank sampah.

Koordinasi tersebut dihadiri Kepala Desa Sumberejo, pengawas Bank Sampah Sumber Waras, Ketua BPD, Sekretaris Jenderal BPD, pengurus bank sampah yang baru, serta para pengambil dan pemilah sampah. Pertemuan berlangsung sederhana namun sarat substansi, membahas persoalan sampah yang kian kompleks di tingkat desa.

Para pemilah dan pengambil sampah nampak dipoto juga hadir


Dalam sambutannya, Kepala Desa Sumberejo menegaskan bahwa persoalan sampah kini menjadi masalah di hampir semua wilayah. Karena itu, Pemdes Sumberejo telah memiliki Peraturan Desa (Perdes) tentang Sampah sejak 2024 yang harus ditegakkan dan dilaksanakan secara konsisten.
“Masalah sampah ini ada di mana-mana. Kita sudah punya Perdes Sampah sejak 2024. Tinggal bagaimana penegakan dan pelaksanaannya di masyarakat Sumberejo. Saya berharap pengurus baru bisa lebih baik dalam menyampaikan aturan ini kepada warga,” tegasnya.

Ia juga meminta agar pengelolaan bank sampah tidak hanya berhenti pada pengangkutan, tetapi diperkuat pada edukasi, pemilahan, dan kepatuhan warga terhadap aturan desa. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada komunikasi yang baik antara pengurus, petugas, dan masyarakat.

Ketua BPD Sumberejo dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya penyesuaian dan percepatan kerja pengurus baru. BPD, kata dia, mendorong agar tata kelola bank sampah segera diselaraskan dengan Perdes yang sudah ada.
“Penyesuaian ini penting agar program bisa berjalan dengan baik. Jangan sampai regulasi sudah ada, tapi di lapangan belum maksimal,” ujarnya.

Suasana rembuk semakin hidup ketika para petugas lapangan menyampaikan uneg-uneg mereka. Mardi, salah satu pengambil sampah, mengaku senang akhirnya ada forum koordinasi yang mempertemukan semua pihak.
“Saya merasa senang bisa ada rembuk seperti ini. Uneg-uneg yang selama ini kami rasakan bisa disampaikan langsung ke pengurus baru,” katanya.

Hal senada disampaikan Harto, pemilah sampah. Ia menekankan bahwa kesiapan sistem pemilahan harus menjadi perhatian utama. Tanpa pemilahan yang jelas dan terencana, proses pengelolaan sampah akan tersendat.
“Pemilahan harus disiapkan dengan baik supaya prosesnya lancar. Kalau dari awal sudah tertata, pekerjaan di lapangan juga lebih ringan,” ujarnya.

Melalui koordinasi ini, Bank Sampah Sumber Waras diharapkan mampu menjadi garda terdepan pengelolaan sampah di Desa Sumberejo. Penegakan Perdes Sampah, penguatan peran pengurus baru, serta keterlibatan aktif petugas lapangan menjadi kunci agar persoalan sampah tidak terus berulang, melainkan bertransformasi menjadi gerakan bersama yang tertib, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi lingkungan desa.

Hanafi sekretaris bank sampah saat menyampaikan susunan acara koordinasi malam ini


0 comments:

Posting Komentar